Wednesday, January 14, 2009

Oh My Shuttle Cock...

Yang namanya olahraga badminton atau bulu tangkis ini pasti uda gag pada asing lagi kan? Terutama gara2 tahun kemaren ada Thomas ma Uber Cup 2008, demam badminton kembali menyebarkan virus-virusnya. Termasuk aku juga kena. Udah lama gag maen badminton, trus bgtu ada event itu jadi maen lagi. hehehe.

Emang nih olahraga bagus banget prestasinya di tingkat internasional, tepatnya dapet menyumbangkan medali emas di Olimpiade Beijing lalu. Sayang pemain favorit badmintonku kemaren gag ikut Olimpiade Beijing, itu lhoh Greysia Polii. Pemain ganda putri Indonesia.

Nah aku juga iseng2 maen bersama ma adekku kemaren tanggal 4 Januari lalu. Lebih terpatnya aku “memaksa” maen badminton dengan adekku, tentu saja tempatnya di depan rumahku. Mungkin klo ada MURI bisa masuk tuh rekor maen badminton tanpa net dan garis lapangan (baca: maen asal-asalan) hehehe. Waktu itu sore-sore aku maennya, beberapa saat sewaktu pertandingan terseru dan termutakhir tahun ini (masa seh?) sedang berlansung, tiba-tiba shuttle cock-nya mendarat dengan mulusnya tepat di atas genteng tetangga depan rumahku. Lumayan tinggi seh, tapi akhirnya dengan tongkat bekas peninggalanku waktu pramuka SMP, berhasil di ambil denagn disertai aksi manjat pager juga.

“Awas kalau mukul shuttle cock-nya ke atas genteng lagi!” ancam aku ke adekku
“Ya…” serunya patuh.

Karena terlalu seru dan sangat menguras tenaga dalam menjalani pertandingan kali ini, tiba-tiba adekku ngomong gini


“Ayo udahan, mau internet nih” kata adekku
“Bentar lagi…” jawabku singkat

Akhirnya pertadingan antar dua calon juara tinju kembali dimulai (lhoh… kok tinju?), baru beberapa saat maen, kali ini shuttle cock kembali nyasar ke halaman tetangga samping rumahku. Setelah melihat-lihat, ternyata rumah itu kosong karena baru ditinggal ke Gereja. MyEm0.Com

“Nah… Udahan yah maennya” kata adekku dengan hati pasti gembira sekali
Karena aku belum puas maen langsung ku jawab “Bentar lagi aja. Tunggu mau ambil shuttle cock lagi”

Langsung deh aku masuk ke rumah dan melihat, ternyata shuttle cock-nya bagus2, jadi gag tega mau di pake. Jadi dengan sifat penuh penghematan (baca:pelit), akhirnya aku mengambil yang paling jelek. MyEm0.Com.

Pertandingan kembali dilanjutkan, dan lagi2 adekku mengeluh
“Ayo udahan. udah capek nih!” kata adekku sambil mengeluh
“Udah… 1 kali lagi yah, tapi yang serius” balasku

Entah ada apa dengan perkataan terakhirku itu dan apa salahnya sambil menyelam minum air (gag nyambung), kata-kata terakhirku itu benar-benar terjadi. Karena waktu aku serve shuttle cock itu dengan gaya ala Barack Obama yang sambil menyelam minum air tadi (apaan seh?), shuttle cock itu kembali masuk ke rumah yang sama, yaitu rumah tetangga sebelah rumahku lagi. MyEm0.Com. Artinya sudah ada total 2 shuttle cock yang masuk ke halaman rumah tetanggaku, langsung deh aku menyetujui usul adekku

“Udahan yuk…” sambil masuk ke rumah karena takut kehilangan shuttle cock lagi…

***
Sebenernya juga ada pengalaman laen mengenai tersangkutnya shuttle cock, pernah suatu kali entah karena minum apa, berhubung aku dan adekku maennya di depan rumah yang ada kabel telfonnya, dan kebetulan saat itu shuttle cock ku pukul degan pukulan “lob” sehingga tinggi sekali dan anehnya, tidak sampai ke tanah lagi. Mengapa? Karena begitu aku lihat ke atas, shuttle cock itu sudah “beristirahat” tepat di antara kabel telfon milik Telkom di deket rumahuku. MyEm0.Com Ini gambarnya:




Setelah berpikir karena tentu saja tongkat tidak sampai ke atas, akhirnya aku menggunakan penerapan rumus fisika yang dipelajari di sekolah (sok jenius, padahal biasanya remidi trus. hehehe) yaitu gerak jatuh bebas. Jadi dengan berjuang keras melempar MyEm0.Com. Eh… berhasil juga lhoh…

Kesimpulan dari saya: Jangan maen badminton di pinggir jalan depan rumah karena shuttle cock bisa menyangkut kapan saja dan di mana saja. Waspadalah… Waspadalah… Apalagi maennya di tengah jalan raya yang banyak mobilnya, pokoknya jangan deh…

dashite
Read More..

Friday, January 9, 2009

Petualangan Detektif Furuhata



Judul : Petualangan Detektif Furuhata
Penulis : Mitani Koki
Penerbit : Ud. Adipura
Tahun Terbit : 27-08-2003


Sorry ga lengkap, bukunya uda dikembaliin seh... Hehehe


Berhubung judul novel ini ada kata-kata “Furuhata”, yang jelas mengandung makna Jepang. Lagi-lagi saya membaca novel karena menurut saya ada unsur Jepangnya dalam novel ini. MyEm0.Com. Ternyata, berawal dari keisenganku, novel ini bagus lhoh… MyEm0.Com
Taw kan Komik Detektif Conan? Kebayang gag kl komik detektif Conan dibuat dalam format novel? Sebenernya tokoh utamanya bukan Conan seh. Tapi dilihat dari cara tokoh utama dalam menyelesaikan masalah persis banget ma Conan, yaitu dengan memakai otak bukan kekerasan (emangnya preman pasar?). Mari kita berkenalan dengan novel yang satu ini.



***

Dah taw kan judul dari novel ini apa? “Petualangan Detektif Furuhata”, menceritakan tentang Detektif Furuhata (ya iya lah...). Novel ini bercerita tentang kepiawaian Detektif Furuhata dalam menyelesaikan suatu kasus MyEm0.Com, yang kebetulan dalam novel ini smuanya kasus pembunuhan MyEm0.Com. Pada setiap bab, pembaca akan langsung dikenalkan kepada pembunuh (karena smuanya kasus pembunuhan, maka pelakunya pasti pembunuh kan?) yang membunuh korban yang malang dengan berbagai macam modus. Jadi dari awal bab pembaca tidak perlu berfikir untuk menebak siapa pembunuhnya. Keistimewaan novel ini adalah Detektif Furuhata dalam menyelesaikan kasusnya selalu membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh pembunuh yang mengaku tidak membunuh itu berbohong dalam menciptakan alibi. Dengan cerdiknya Detektif Furuhata mengamati setiap detail alibi tersangka dan membuktikan bahwa dia benar-benar pembunuh. Dan caranya dalam membuktikan itu yang sering kali tidak disadari oleh pembaca dan membuat pembaca terus berpikir di setiap bab baru cara apa lagi yang dipakai tokoh utama dalam membongkar kebohongan tersebut, itulah keunggulan novel ini.

Secara keseluruhan, novel itu sangat enak dibaca. Mengapa? Karena penulis banyak menggunakan dialog sebagai cara penulis menulis novel ini. Sehingga pembaca itu dengan enak terus membaca tanpa rasa bosan. Seperti komik yang tidak ada gambarnya gtu lah kira-kira. Saya sendiri tanpa sadar dalam sehari menghabiskan novel ini (memang sih agak tipis novel ini) karena begitu membaca rasanya sulit untuk berhenti membaca.

Kekurangan dari novel ini adalah masalah “footnote”. Penulis tidak menempatkan footnote pada bagian yang semestinya (bagian bawah halaman), tetapi penulis menempatkan footnote pada bagian belakang buku. Jadi daftar semua footnote ada di bagian belakang buku. Saya saja baru sadar dengan keberadaan footnote tersebut di bab kedua dari tot (telat banget yah… Hehehehe).

Jadi bagi yang suka dengan cerita detektif yang ringan untuk dibaca (selain bukunya yang relatif ringan juga), sangat direkomendasikan untuk membaca novel ini. Tapi karena begitu ringannya, kadang bagi para penggemar cerita yang “berat” dan mengandung banyak konflik di dalamnya, akan merasa agak kecewa dengan novel ini. Karena kasusnya dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana, bukan dengan cara yang membuat pembaca “mengerutkan dahi”. Jadi… Silahkan membaca novel ini, rasakan sensasi santai dalam membacanya. Dan pesan saya hanya satu, novel ini tidak ada bau-bau Jepangnya sama sekali. Hanya nama tokoh-tokohnya saja… Juga di dalamnya tidak ada satu kata “Conan”-pun (ya eya lah…)

dashite
Read More..

Sunday, January 4, 2009

Masuk Sekolah Lagi...

Yah... Besok masuk sekolah nih... Artinya...

Aku akan kembali mengarungi dan melakukan tugas pelajar yang sering dilupakan, yaitu "belajar". Setelah sekian lama libur Natal dan Tahun Baru akhirnya masuk sekolah juga. Harus mempersiapkan beberapa hal buat belajar nih:
1. Fisik buat bangun lebih pagi dan tidur lebih malam.
2. Mental buat belajar lebih giat.
3. Waktu santai jadi berkurang karena hari minggu ada jam les tambahan.
4. Uang untuk bli-bli sesuatu harus dihemat. (gag penting!)
5. Siap-siap buat pemilu (gag nyambung).
6. Puasa 7 hari, 7 malem (ngaco).

Gawatnya (lagi), gag terasa dah mau UAN dan juga SNMPTN, ditambah ujian-ujian masuk mandiri dari universitas-universitas. Gawat... Harus rajin belajar neh. Maka dari itu, mungkin beberapa waktu ke depan aku jadi jarang posting dan jarang OL, tapi sebisa mungkin aku akan usahakan tetep posting, gag taw sempet apa gag ...

Mohon Doa dan dukungannya yah semoga apa yang aku lakukan itu jadi yang terbaik buatku, karena itu rencana Tuhan sendiri...

GBU all..

dashite Read More..

Saturday, January 3, 2009

Oh My "SIM"...

Inilah pengalaman usahaku dalam mendapatkan SIM. Yap… SIM yang dimaksud adalah Surat Izin Mengemudi. Berhubung ini adalah hari-hari liburan Natal dan Tahun Baru, aku memutuskan untuk membuat SIM A. Kenapa? Karena tentu saja aku belum punya SIM A. Jadi tanggal 31 Desember kemaren aku dan ortu-ku ke t4 pembuatan SIM, yaitu di Samsat Sleman. Awalnya, dalam membuat SIM ini aku mau menggunakan jalur prestasi (baca:jalur tanpa tes, dengan mebayar sejumlah uang ekstra [semacam “amplop” gtu lah…]), tapi karena ketua di sana baru aja ganti, maka tidak bisa menggunakan jalur tadi atau jasa calo. FYI: kalau pakai calo bisa sehari jadi tanpa tes. Yah akhirnya diputuskanlah menggunakan jalur biasa dengan ujian. Hari itu aku mengikuti ujian tertulis. Setelah menunggu masuk ke ruang ujian dengan kepanasan (entah kenapa hari itu panas) dan bau yang kurang sedap, karena deket banget ma WC, akhirnya aku masuk ke ruangan yang aku tunggu2.Bukan karena mau ujian, tapi karena


dingin kena AC MyEm0.Com serasa mendapatkan angin segar. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena langsung LJK (kaya ujian semester kemaren aja) dan soal dibagikan. Soalnya ada 30 pilihan trio (karena pilihannya A, B, dan C jadi namanya trio bukan ganda) dan batas tuntasnya adalah 60. Kebanyakan soalnya itu berupa “kasus” mengenai jalan raya dan juga pertanyaannya kebanyakan berbunyi “mana yang harus didahulukan jalan?”. Yah... lancar2 aja waktu soal2 awal, tapi makin ke belakang makin susah. Contohnya soal ini

“Undang-undang perkereta apian di Indonesia di atur dalam undang-undang no brp?”

A. No. 13 tahun 1992
B. No. 14 tahun 1992
C. No. 15 tahun 1992

Dengan perasaan tanpa bersalah aku menjawab C, kenapa? alasannya gampang, karena aku di sekolah no. urut 15. Gubrak... MyEm0.Com


Ada kejadian unik waktu selesai tes dan aku menunggu hasil tes di luar. Tiba-tiba, cewek yang ada di sebelahku waktu ujian teori ngomong gini sambil jalan ke arahku

“Gimana tadi tesnya?” katanya
Spontan kujawab, “Susah soalnya!”

Ternyata dia tanya ke cewek yang duduk di deketku waktu di ruang tunggu. Dan mereka ngomong2an habis itu. Gubrak!!! Wah2… salah jawab pertanyaan nih aku. Langsung dengan muka tanpa bersalah aku pura2 gag taw aja dan berharap cewek tadi gag denger jawabanku.

Setelah beberapa lama, akhirnya hasilnya keluar juga dan aku mendapat nilai 70. Gag sia2 teori keberuntunganku dalam menjawab soal (baca:ngawur) berhasil juga. MyEm0.Com. Dan akupun pulang dan menunggu buat ujian praktek tanggal 2 Januari. Yang artinya aku harus menunggu selama 1 tahun dari 31 Desember 2008 sampai 2 Januari 2009. Lamanya… (aku yang bodoh atau sapa nih?)

***

Hari itu tiba juga, saatnya aku ujian praktek. Setelah pengarahan, dimulailah ujian praktek itu yang diikuti 5 orang, dan ternyata aku mendapat urutan no.2. Tapi 2 orang diantaranya tidak bawa mobil, dan ternyata mereka yang didahulukan karena meminjam mobil di sana. Setelah menunggu 2 orang itu, tentu saja artinya aku harus menunggu 1 orang lagi. Tapi benar-benar suatu keberuntungan, mobil orang yang mau ujian itu gag mau jalan mesinnya alias mogok, artinya langsung ke giliranku. hehehe.

Ujiannya ada 5 materi, parkir mundur dari kiri dan kanan, parkir maju dari kiri dan kanan, dan terakhir berhenti di tanjakan. Waktu parkir itu ada palang yang tidak boleh jatuh sewaktu mobil masuk ke sana. Yang paling penting tidak boleh mengulang kesalahan 3 kali. Dan akhirnya tibalah giliranku, inilah kronologi ujianku:

Soal pertama, ujian parkir mundur dari kanan. Begitu sampai posisi mau mundur dan setelah mencoba parkir di antara palang, ternyata mobilnya hampir menyenggol palang dan disuruh mengulangi. Gagal sekali… Duh, harus lebih hati-hati nih. Dan akhirnya aku berhasil. Hore…

Soal kedua, ujian parkir mundur dari kiri. Sama prosesnya, dan lagi-lagi ketika mundur kali ini tidak hanya menyenggol palang, tapi sampai membuatnya jatuh. Gagagl dua kali. Dan setelah mengulang akhirnya berhasil. Hore… (lagi!) Dan aku mendapat pesan dari polisi itu

“Hati-hati tinggal sekali lagi lhoh, kalau gagal mengulang tiga hari lagi” pesannya.

Lanjut… Soal ketiga, ujian parkir maju dari kiri. Karena tinggal mempunyai satu kali kesempatan gagal, maka saya dengan keringat terus menetes (hari itu lagi-lagi panas, meskipun hujan tapi aku merasa kepanasan) dan dengan megeluarkan seluruh tenaga dan pikiran, dan kali ini akhirnya… palang kembali tidak bersahabat dan menjatuhkan dirinya untuk ketiga kalinya. “TTOOOKK” bgtulah kira-kira bunyi palang yang jatuh dan tentu saja MyEm0.Com aku GAGAL dalam ujian praktek… Tidak… MyEm0.Com

***
Besoknya di jam yang sama aku dateng lagi ke sana. Buat apa? Tentu saja bukan mau jadi polisi, tentu saja aku dateng lagi buat ujian ualng SIM A, karena aku gagal pada ujian pertama, huhuhuhu. Setelah bertemu pengujinya yang kemaren aku melakukan ujian praktek ulang. Katanya sih mau “dibantu” dalam ujian kali ini. Caranya? Palang tempat ujian praktek kemaren di buat lebih lebar banyak… hohohohow *ketawa licik* MyEm0.Com. Tentu saja kali ini aku tidak merasa kesulitan dan sukses di semua soal yang kemaren diujikan tanpa menjatuhkan palang sekalipun. Akhirnya gag nyangka kerja kerasku selama ini dengan bertapa tujuh hari lima malem (emang bisa?), dan dengan sedikit “bantuan” akhirnya aku LULUS MyEm0.Com. Terima kasih semuanya!!! hohohow.

Habis selesai ujian, nunggu buat ngambil formulir dan waktu ngisi formulir aku menggunakan bolpen jenis boxy, yang waktu ngisi kuitansi kan ada berlembar-lembar gtu. Bodohnya karena pake boxy, harusnya sekali nulis di lembar pertama, lembar selanjutnya langsung sama dengan lembar pertama karena ada semacam karbonnya. Tapi gara-gara pake boxy jadi gag nembus deh. Akhirnya aku mencari bolpen lain dan sukses… tidak ketemu bolpen lainnya. Mulai deh aku tengok kiri-kanan, depan-belakang, kaya orang ilang di pasar aja. Akhirnya kuputuskan untuk minjem bolpen kepada bapak-bapak yang duduk di ruang tunggu dekatku. Dan akhirnya bisa juga. Hore!

Setelah ngisi, lalu foto SIM. Waktu foto SIM ini sebenernya aku seh pengen narsis gtu fotonya, tapi nanti polisinya malah kaget dan mencabut permohonan SIM-ku kan jadi repot jadi aku pasang muka biasa aja. Singkat cerita akhirnya SIM-ku jadi, hal pertama yang aku lakukan adalah… melihat fotoku… hehehe… ternyata gag seperti SIM C yang lalu. Kalau dulu Cuma diambil mukanya aja, kali ini badannya dikelihatanin dikit. Wah… taw gtu tadi tanganku harusnya membentuk “peace” gtu biar kelihatan keren dan beda daripada yang laen MyEm0.Com hahaha.

Bgtulah kira-kira hasil perjuanganku mendapatkan SIM A yang berhasil menguras tenaga dan pikiran. Kesimpulan saya hanya satu : Ujian Praktek Susah!!! AAAAHHHHHH… MyEm0.Com

pesan tambahan: kalau gagal ujian praktek silahkan tiru cara saya dan anda akan berhasil dalam ujian praktek, tentunya dengan menambah sedikit uang ekstra. hohohow… (tidak baik untuk ditiru, tapi sangat berguna untuk diadaptasi (sama aja…))

dashite
Read More..

Friday, January 2, 2009

Arigatou Nippon





Judul : Arigatou, Nippon. sebuah cerita tentang Jepang
Pengarang : Vivi Silvia C
Penerbit : Kawan Pustaka
Lebar : 13,2 cm
Panjang : 19,2 cm
Tebal : 331 halaman + xii halaman






Beberapa waktu lalu, ketika aku jalan-jalan di Gramedia Amplas, Jogja. Akhirnya aku menemukan buku ini. Karena aku suka hal-hal yang berbau Jepang, akhirnya aku beli buku ini karena tertarik dengan sub judul dari buku ini “sebuah cerita tentang Jepang”. Maw taw apa aja isi buku ini atau mengenai apa buku ini bercerita (sama aja sebenernya…). Ayo baca sampai bawah… MyEm0.Com

***



Secara keseluruhan, buku ini menceritakan tentang perjalanan sekelompok peserta tour dari Indonesia yang berlibur ke Jepang dengan ditemani oleh dua artis asal Indonesia. Mulai dari kegiatan mereka yang unik-unik (foto di mesin foto, tersesat di Shibuya, Tokyo), kosa kata yang penting dalam Bahasa Jepang (cara tanya kamar mandi, cara tanya makanan ini mengandung babi atau tidak), tempat-tempat penting untuk dikunjungi ketika pergi ke Jepang, sejarah Jepang, kemodernan Jepang (tentang toilet yang canggih, shinkansen),dan yang paling penting adalah makanan Jepangnya (pokoke Mak Nyus ^^). Semua hal-hal di atas dirangkum dalam satu buku ini. Hebatnya, penulis (Vivi Silvia C.) dengan hebatnya menceritakan semua hal di atas menggunakan bahasa yang bukan deskriptif tetapi naratif. Artinya penulis tidak hanya menjelaskan seatu hal,tetapi penulis mengajak pembaca untuk ikut merasakan dan melihat Jepang, tentu saja dengan imajinasi pembaca. MyEm0.Com

Poin penting dari novel ini adalah tempat-tempat yang diceritakan dalam novel ini merupakan tempat-tempat yang direkomendasikan oleh penulis untuk dikunjungi oleh siapa saja yang mau ke Jepang. Artinya tempat-tempat tersebut merupakan tempat-tempat yang sangat bagus untuk dikunjungi, novel ini dapat sebagai panduan wisata yang bagus ketika seseorang pergi ke Jepang. Tetapi bagi yang belum mendapat kesempatan untuk ke Jepang (seperti saya sendiri… hehehe) ketika membaca novel ini, sangatlah puas karena bisa mengerti dan seperti yang saya katakana di atas, kita bisa berimajinasi berada di sana dan semakin mempunyai keinginan untuk pergi ke sana.

Novel ini tidak hanya mengenai perjalanan mereka saja, tetapi layaknya novel semacam teenlit, pasti juga ada masalah percintaan. Yap, bener bgt di novel ini ada sedikit bumbu-bumbu kisah cinta antara anggota tour ini. Jadi kalau mau menikmatinya dari sudut pandang kisah cinta juga bisa, tapi sedikit sekali.

Pengalaman unik ketika membaca novel ini adalah ketika membaca salah satu bab dari novel ini yang berjudul “Sepotong Surat dari Yui”, pikiranku langsung menuju kearah YUI, penyanyi Jepang kesukaanku itu yang baru-baru ini merilis album keempatnya yang berjudul “My Short Stories” (lhoh… malah Out Of Topic neh…). Ok2… balik lagi, ternyata Yui yang dimaksud di sini tentu saja bukan Yui penyanyi itu. Coba Yui yang itu pasti aku dah seneng bgt. MyEm0.Com

Kalau mau membaca hal-hal di atas, silahkan beli novelnya yah. Yang original jangan yang crispy (emangnya ayam goring?). Juga jgn Cuma minjem atau apalagi fotocopy… Hehehehe. Yang pasti gag rugi deh… MyEm0.Com


dashite
Read More..

Template by:
Free Blog Templates